12.1.09

answer for is it right?

finally, i got the answer...

then i'm happy..
hey dude, i'm really happy..
thanks..



oya, keluarkan energi negatifmu, buang semua keluhmu, dan aku akan selalu mendengarmu.

malem bangedd!!

tumben malam ini d'icha bobonya malem banged. dia baru terlelap jam 10.15 pm...setelah sejak jam 6 berlari2an, mondar mandir, juga hilir mudik. pfiuuuhhh...capeeekkk...real aerobic ni kayanya. tinggal kasi house music, jedug jedug, serasa di wiedas deh..he he he...
kadang aku mikir, apa ya cukup ya istirahat dan asupan makannya dia, secara dia kan aktipp banged. dia tidak suka aktivitas yang cuma duduk diem dan pasif gitu.kalo pun harus duduk, pasti ngerjain sesuatu, semacam nulis, makan, nyusun balok, "menggunting", ato sekedar corat coret. dan karena itu pula, akhirnya aku menghentikan aktivitas nge-flash pake flash card Glenn Doman. walopun gitu, at least, d'icha adalah books lover dan sekarang lagi hobi maen story telling, klo istilahku, active story telling, karena yang bercerita bukan cuma aku aja, tapi d'icha juga. dia juga suka sekali merangkum sebuah cerita dari bukunya, lalu diceritakan kembali dengan bahasanya dia. hmmmm...

oya, hari ini dia juga bikin aku dan ayahnya ngakak. masa d'icha bilang, "busett!!" ha ha ha ha...kata ayah, "mama si suka ngomong kata2 itu. jadi deh d'icha nya niru" padahal kan ayah juga suka ngomong pake kata2 "buset" itu juga. cuma karena ayah jarang ketemu d'icha aja, jadi tersangkanya adalah mama. hee...harus lebih hati-hati ni ya...kekekekeke...

minggu depan d'icha ulang taun ni. 2 taun umurnya. secara kalender masehi. hmm, itu berarti dah 2 taun, d'icha mewarnai hidup kita. ga kerasa ya?! dan ternyata aku bisa melewatinya. klo diinget2, kayanya kok ga mungkin, hidup berdua saja bersama d'icha di surabaya, ga da sodara maupun teman akrab. hanya modal tekat aja, kita mampu bertahan. tapi semoga jarak ini semua segera hilang, jadi kita bertiga bisa segera ngumpul 24 / 7. amien

postingan dah mulai kacau ni kayanya...ngantuk soalnya...zzzZZZzzZZZzzZZZzz..

11.1.09

is it right??

is it right?
i'm dying..right now!!



gimme the answer

10.1.09

bahagiaku

bahagiamu bahagiaku pasti


benar-benar ingin....
pasti bahagia

9.1.09

r.a.h.a.s.i.a

Kuberi tahu satu rahasia padamu, Kawan
Buah paling manis dari berani bermimpi
Adalah kejadian - kejadian menakjubkan
Dalam perjalanan menggapainya




(maryamah karpov)

7.1.09

berlanjut

ternyata perjuangan kita, aku dan d'icha, dalam proses penyapihan ini masih berlanjut. sejak aku masuk kerja, senin kemaren, d'icha selalu minta nenen di malam menjelang tidur. mungkin dia ngerasa ditinggalin dan jadi "sakaw". sampe hari ini sih masi lulus menyapihnya, jadi meski dia minta, aku alihkan perhatiannya. Alhamdulillah berhasil. tapi, senin dan selasa tengah malem, dia nglilir dan nangis kenceng. kebayang kan, tengah malem, d'icha nangis. hari senin tu dia minta ketemu ayah, trus selasa minta ke rumah mbak dila..wuaaa...pengen nangis juga rasanya...

aku ngerasa, ini masi menjadi bagian dari proses adaptasi yang harus dilaluinya. jadi ya cuma "sabar" jawabannya. kudu sabar menemani d'icha, sabar membaca keinginannya, dan sabar membantunya. berat si, karena kadang rasa lelah setelah seharian kerja membuat rasa sabar yang kumiliki menipis. namun tetep ga bole berenti berusaha kan?? karena semua ini demi masa depan yang lebih baik. semoga segala sesuatu dimudahkan Allah SWT ke depannya nanti. amienn..


ps : is ichastore better than aufastore?? let me think bout it...

5.1.09

hari pertama

hari ini hari pertamaku masuk kerja di taun 2009. dari semalem, yang bikin nervous adalah pikiran tentang baju kerja. pertanyaan yang menari2 di benakku adalah, apakah seragam kerjaku masi muat? apakah seragam kerjaku masi nyaman dipake? dan Alhamdulillah, pagi tadi seragamku masi nyaman kupake. sama seperti sebelum liburan dimulai...he he he

pertanyaan berikutnya adalah apakah d'icha akan baik-baik saja, setelah hampir 2 minggu lamanya aku menemaninya terus, all day long. malam sebelumnya waktu kupamiti klo aku harus masuk kerja si, dia bilang ga mau ditinggal. jadi ya pagi tadi berdoanya rada kenceng, mudah-mudahan d'icha ga ngambek. untunglah, hari ini selera ngemilnya sejalan dengan cemilan yang tersedia di tukang roti. dia mau donat. setelah 1 donat meises kesukaannya udah di tangan, aku pamit berangkat kerja. dan d'icha baek2 saja. anak pintarrr....mmmuuaachhh

dateng kantor 5 menit sebelum jam 8. masi relatif sepi, dan ternyata di ruangan lagi banyak makanan. oleh2 dari temen laen yang abis berlibur. ngobrol2 bentar, trus kerja lagi dehhh.. hari ini kebagian garap preparasi untuk analisis antasida. niatnya ke bank, ambil duit buat beli tiket dan bayar billing matrix. tapi kata temen, dimana2 bank pada penuh. ya wes, mutusin ambil duit lewat atm bersama aja, trus langsung ke galeri indosat. alhamdulillah, lancar banged semua muanya..apalagi di indosat tadi jadi customer VIP..he he he..dapet goodie bag pula. lumayannnnn.. tiket juga dah di tangan..bener2 hari yang penuh berkah..

hari pertama yang menyenangkan.. mantabs!!!

4.1.09

i.k.h.l.a.s

sempatkan diri untuk membaca keberhasilan orang lain,
dan ikhlaskan diri untuk melakukan apa yang mereka lakukan,
dan lihat apa yang akan terjadi

lebih baik gagal karena melakukan sesuatu yang besar
daripada berhasil melakukan hal yang kecil

3.1.09

alhamdulillah

syukur Alhamdulillah, d'icha dah berhasil melalui proses penyapihan sejak tanggal 3 Muharram 1430 H (pas 2 taun umurnya sesuai kalender hijriah)...setelah proses adaptasi yang memakan waktu kurang lebih 1 minggu. klo diinget-inget, selama 1 minggu itu, kasiaaannn banged ngeliat d'icha. sering banged nangis, sering banged merengek-rengek, sering banged marah-marah. bener-bener kaya orang mo sembuh dari kecanduan narkoba..he he he..pake sakaw sakaw segala. Alhamdulillah, d'icha berhasilll!!! good job, sweetie..we all proud of you..luv you

ya, aku ngerasa bahwa ini adalah proses buat kami berdua, bukan cuma d'icha seorang. karena aku juga merasa sakaw, sakaw ngasi ASI buat d'icha. kangen sensasi kedekatan skin to skin dengan d'icha. kangen perasaan dibutuhkan saat menyusui nya. kangen perasaan jadi "candu-nya" d'icha. awalnya sempet tergoda untuk menyudahi proses ini, karena ga tega denger jeritannya d'icha. untungnya ada ayah yang nguatin aku, yang selalu ngingetin bahwa ini semua demi d'icha, yang sabar dengan keluh kesahku, yang selalu ngasi penjelasan berdasarkan analisanya (u're the real scientist..luv u). di saat uti, kakung, dan panda yang menyuruhku menyudahi proses penyapihan waktu kita semua berlibur di situbondo kemaren, ayah tetap percaya bahwa aku dan d'icha pasti bisa melaluinya. memang perlu waktu, jadi ya aku harus sabar, lebih sabar maksudnya. makasi ya, yah...

efek dari penyapihan ini, d'icha jadi lebih mandiri. lebih dewasa. tidur malamnya juga lebih nyenyak kayanya. dulu waktu masi ASI, dalam semalam bisa bangun 3 - 4 kali. mungkin karena laper karena kuantitas dan kualitas ASI ku yang minim. sejak bebas ASI, dia bangun cuma 1 kali. mudah-mudahan semua proses ini membawa kebaikan untuk masa depannya d'icha ntar.

ya Allah, makasi banged, aku dah diberi kesempatan untuk menyusui d'icha dengan maksimal.
kumohon, ampuni semua kekuranganku.
kumohon, berkahi segala perjalanan dan perjuangan kami.
kumohon, beri kemudahan di setiap urusan kami.

amien.

2.1.09

renungan

CUMA DOA, SENJATA KAMI YANG TERSISA (www.kispa.org)
2009-01-02 17:24:00

kispa.org-"Musik tahun baru kami adalah deru suara pesawat tempur Israel, kembang api tahun baru kami adalah percikan-percikan sinar dari misil-misil Israel," kata Raed Samir, seorang pemuda Gaza dengan nada sendu.

Itulah gambaran tahun baru di Jalur Gaza, di saat penduduk dunia bersuka ria merayakan tahun baru dengan hura-hura dan pesta kembang api. Dimana-mana disampaikan pesan tahun baru yang penuh harapan, tapi tidak bagi warga Gaza yang memulai tahun baru dengan penderitaan yang mungkin akan berlangsung lama akibat kebiadaban kaum Zionis Yahudi Israel.

"Lihatlah ke luar, pesawat-pesawat tempur F-16 tersenyum padamu, misil-misil menari untukmu, zanana (suara gemuruh) bernyanyi untukmu," itulah bunyi sms yang diterima Fathi Tobal, juga warga Gaza dari seorang temannya.

Tobal dengan sinis berkata,"Sementara orang lain di seluruh dunia berpesta, kelihatannya pasukan udara Israel sedang berusaha memberikan kami kembang api."

Apa yang dirasakan rakyat Palestina sekarang? Banyak diantara mereka yang merasa diabaikan dan dikhianati oleh masyarakat internasional. "Dunia seharusnya membuka mata, daripada menari-nari dan minum-minum, mereka seharusnya menghentikan sebuah holocaust yang sedang dialami rakyat Gaza. Dunia internasional seharusnya sudah menghentikan dan melindungi hak-hak kami dibawah penjajahan Israel," kata Asad Abu Sharekh, seorang profesor dan pengamat politik.

Warga Gaza bernama Marwan, 40, mengatakan, di apartemennya yang cuma dua kamar kini ada 25 anggota keluarganya yang mengungsi untuk menghindar dari serangan udara Israel. "Orang tua, saudara perempuan, saudara lelaki saya terpaksa mengungsi karena khawatir dengan bombardir Israel di tempat tinggal mereka," ujarnya.

Banyak keluarga di Gaza kini mengungsi ke rumah kerabat atau ke gedung-gedung sekolah. Meski di tempat itu juga mereka tidak aman karena Israel tidak pandang bulu menjatuhkan bom-bomnya. Masjid-masjid pun menjadi target serangan pasukan Zionis biadab itu.

"Seperti yang kalian lihat, pesawat-pesawat Israel menebarkan ketakutan dimana-mana. Saya berharap anak-anak muda di tempat lain, melakukan sesuatu sebagai bentuk solidaritasnya pada kami, anak-anak muda di Palestina.

Pada tahun baru, rakyat Palestina biasanya mengucapkan "Kul am wa antum bi khoir" (Semoga Anda selalu sehat dan selamat). Tapi tahun ini, warga Palestina di Gaza saling mengucapkan "Kul qasif wa antum bi khoir" (semoga Anda selamat setelah pengeboman). Sungguh Ironis.

Sebagian warga Gaza yang bertahan di rumah-rumah mereka tidak berani keluar. Anak-anak tak lagi pergi sekolah, para lelaki tidak bisa bekerja bahkan salat pun kini di rumah saja, karena masjid-masjid banyak yang hancur. Para orang tua langsung meraih anak-anaknya, jika melihat mereka mendekat ke jendela atau membuka pintu untuk sekedar mengintip situasi di luar.

Abu Anas Al-Banna beserta isteri dan 10 anaknya kini cuma bisa berdiam diri di rumah kecil mereka di Gaza City. Selama enam hari ini mereka merasakan getaran dan suara dentuman yang memekakkan telinga akibat ledakan misil-misil Israel.

"Kematian mengintai kami semua. Saya sendiri panik dan rasanya ingin berteriak, tapi tak bisa. Saya harus kuat demi anak-anak saya," kata seorang ibu sambil memeluk erat Sami, puteranya yang baru berusia tiga tahun dan tidak berhenti menangis.

"Tidak ada jeritan ataupun air mata yang bisa menyelematkan kami. Berdoa. Doalah satu-satunya senjata kami yang tersisa," kata Abu al-Banna.

Saat malam menjelang merupakan saat-saat yang menakutkan bagi keluarga al-Banna. Lina, 14, salah satu anak perempuan al-Banna, dari sudut tempat tidurnya cuma bisa berbisik bahwa ia sangat ketakutan saat malam tiba. Saudara lelakinya, Anas, juga masih ketakutan setelah beberap jam bombardir yang dilakukan Israel ke pemukiman mereka. Tubuhnya gemetar. "Saya tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Saya kehilangan semua rasa indera saya," kata Anas.

Sejak serangan Israel hari Sabtu kemarin, keluarga al-Banna memutuskan untuk tinggal dalam satu ruangan. Mereka memilih kamar yang tidak ada jendela di sudut yang paling jauh dari lantai dasar, tempat yang paling minimal dari resiko terkena bombardir Israel. Abu al-Banna juga menyiapkan peralatan pertolongan pertama. Meski demikian, mereka tetap tidak bisa memejamkan mata saat malam turun di Gaza.

Anak-anak menutup muka atau menutup telinga mereka jika menderngar deru pesawat tempur Israel. "Setiap menit, rasanya kami harus siap mengucapkan perpisahan satu sama lain. Kami tidak pernah tahu apakah kami akan selamat esok hari," kata mereka pasrah.